Sabtu, 14 Mei 2016

Hujan membuat ku tersenyum

Saat ku lihat keadaan di sekitar rumah, basah kaki ku menginjak lantai yang tengah di guyur hujan.
Aku masuk kembali ke dalam rumah dan mengambil sepotong roti dari meja dan membuka sebuah novel bekas kakak ku. Aku kaget membaca siapa penulis dari novel remaja tersebut, dia adalah Tristan teman semasa aku kecil yang sudah berpisah lama sekali karena dia harus ikut orang tua nya untuk tinggal di Jakarta. Aku sesegera mungkin mencari nomor dia yang bisa di hubungi karena aku sudah sangat lama ingin menghubunginya namun tidak juga kunjung mendapatkan informasi tentangnya. Akhirnya aku mendapatkan email Tristan di halaman terakhir tentang biografi nya tak sabar aku pun langsung menghubungi nya lewat email.
"Hai tristan, gimana kabar kamu? apa kamu masih mengenalku? Salam kangen dariku Lidya"
Sambil menunggu balasan dari tristan aku pun membaca novel yang dibuatnya aaah sungguh menyenangkan memiliki seorang teman lama yang sudah bisa membuat novel sendiri, ingin rasanya aku pun mengikuti jejak tristan karena aku ingin sekali menjadi penulis namun belum cukup kuat  diniatku karena dari segi fasilitas masih kurang dan jauh berbeda seperti tristan yang selalu di dukung dan di fasilitasi oleh orang tua nya.
Handphone ku berbunyi "bipbip" tanda bahwa ada email masuk. "Hai Lidya, kabarku baik sekali. bagaimana denganmu? akhir bulan ini aku akan mengunjungi nenek ku di Sukabumi,aku akan mengunjungi mu nanti".
Seketika itu juga aku sangat senang mendengar kabar bahwa tristan akan mengunjungi ku, selamat datang untuk teman lama dan juga cinta pertama ku..